kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%
NATIVE /

Authenticity Rayakan Keseruan Kamera Analog Lewat Ajang Jakarta 1997


Kamis, 08 Mei 2025 / 19:10 WIB
Authenticity Rayakan Keseruan Kamera Analog Lewat Ajang Jakarta 1997
ILUSTRASI. Kontan - PT. NOJORONO TOBACCO INTERNATIONAL Native Online

KONTAN.CO.ID - Zaman semakin canggih. Namun, kamera analog masih diminati dan tetap eksis. Tak mengherankan, generasi muda pun ikut melirik kamera analog.

Hasil gambarnya yang khas dan sarat nuansa nostalgia, membangkitkan kembali romansa tren vintage yang tak lekang oleh waktu. Menangkap semangat ini, Authenticity berkolaborasi dengan Bersoreria menghadirkan Jakarta 1997, sebuah perhelatan yang mengajak pengunjung untuk merasakan secara langsung romansa vintage dalam berkarya melalui fotografi analog pada 25 April sampai 1 Mei 2025 di SpaCCCe Jakarta.

Menghadirkan berbagai experience yang interaktif antar komunitas, Jakarta 1997 sukses menciptakan pertemuan yang dinamis dan mendalam bagi para penggemar fotografi analog dan para pegiat industri kreatif. Spesial pada agenda kali ini, Bersoreria dan CCC (Canvas Confluence Collective) juga memanfaatkan momentum untuk meluncurkan produk film terbaru yang dinamakan Jakarta 1997. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga menampilkan pameran karya fotografi yang dikurasi oleh para kolaborator seperti Leandro Quintero, Raka Syahreza, Meidiana Tahir, Deby Sucha, dan masih banyak lagi.

Authenticity Representative Noval Atmadinata menjelaskan, tingginya minat generasi muda terhadap kamera analog menandakan tidak adanya batas antar generasi. Yang paling penting, kamera analog dapat menyampaikan ekspresi dan kreativitas.

“Meskipun kamera analog memiliki keterbatasannya seperti film yang digunakan dan waktu proses yang lebih lama, hal ini tidak membataskan para generasi muda untuk bisa mengekspresikan diri secara kreatif dan unik. Mereka melihatnya bukan hanya tentang hasil akhir tetapi proses yang penuh makna dan juga kesabaran,” ungkap Noval.

Proses analog, lanjut Noval, mengingatkan setiap generasi untuk bisa menghargai setiap momen. Ingatan tersebut akan menjadi kenangan, kegembiraan, serta memori kolektif untuk mengenang cerita dalam sebuah kamera analog.

Dengan alasan tersebut, Noval berharap acara Jakarta 1997 dapat berkembang dan menanamkan nilai-nilai positif bagi industri kreatif. “Kami yakin generasi muda saat ini memiliki tingkat kreativitas tanpa batas dan mampu melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat. Oleh karena itu, Authenticity tidak pernah lelah mengajak anak muda untuk bisa terus mengembangkan kreasi positif dan ide-ide yang mampu menginspirasi banyak orang,” tutup Noval.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Reporter: Tim KONTAN
Editor: Ridwal Prima Gozal

TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×