KONTAN.CO.ID - Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali telah menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia berkat perannya sebagai pintu gerbang utama ke Pulau Dewata. Bandara ini tak hanya melayani penerbangan domestik seperti rute tiket pesawat Jakarta - Bali, tetapi juga menjadi pusat bagi penerbangan internasional.
Kemudahan akses, daya tarik Bali sebagai destinasi wisata, serta infrastruktur penunjang yang terus berkembang menjadikan Bandara Ngurah Rai memiliki tingkat kepadatan yang luar biasa! Namun tak berhenti di sana, ada beragam hal lain yang membuat Bandara Ngurah Rai menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia. Penasaran? Simak artikel ini hingga usai!
Lokasi Strategis di Pulau Wisata Dunia
Bali, yang dikenal di seluruh dunia sebagai destinasi wisata utama, menjadi alasan utama tingginya jumlah penumpang yang melewati Bandara Ngurah Rai. Pulau ini menawarkan pantai-pantai indah, budaya yang kaya, dan keramahan penduduknya, yang menarik jutaan wisatawan dari seluruh dunia setiap tahunnya.
Lokasi Bandara Ngurah Rai yang berada di Kabupaten Badung membuatnya sangat dekat dengan destinasi wisata populer seperti Kuta, Seminyak, dan Nusa Dua, yang memudahkan wisatawan untuk langsung menuju tempat-tempat tersebut tanpa harus menempuh perjalanan panjang. Ini menjadikan Bandara Ngurah Rai sebagai pintu masuk utama bagi wisatawan domestik maupun internasional yang ingin menikmati pesona Bali.
Pusat Penerbangan Regional
Selain melayani penerbangan domestik, Bandara Ngurah Rai juga berfungsi sebagai hub penting untuk penerbangan internasional, terutama di kawasan Asia Tenggara. Maskapai-maskapai besar seperti Garuda Indonesia, AirAsia, dan Singapore Airlines menjadikan bandara ini sebagai tujuan utama.
Rute internasional ke Bali juga banyak dimanfaatkan oleh wisatawan yang datang dari negara-negara seperti Australia, Jepang, dan negara-negara Eropa. Hal ini menjadikan Bandara Ngurah Rai sebagai salah satu bandara dengan konektivitas internasional yang tinggi, yang menarik lebih banyak wisatawan mancanegara setiap tahunnya.
Infrastruktur Modern dan Layanan Berkualitas
Bandara Ngurah Rai memiliki dua terminal utama: terminal domestik dan terminal internasional. Kedua terminal ini dirancang dengan fasilitas yang sangat lengkap untuk memastikan kenyamanan penumpang.
Terminal internasional dilengkapi dengan lounge eksklusif, pusat perbelanjaan yang menjual barang-barang lokal hingga internasional, serta restoran yang menyajikan berbagai pilihan hidangan dari dalam dan luar negeri. Terminal domestik juga tidak kalah modern, dengan area check-in yang efisien, ruang tunggu yang nyaman, dan berbagai fasilitas lainnya yang mendukung kelancaran perjalanan para penumpang.
Selain fasilitas fisik yang memadai, Bandara Ngurah Rai juga mengadopsi teknologi canggih untuk meningkatkan pengalaman penumpang. Salah satunya adalah sistem check-in mandiri yang memungkinkan penumpang untuk melakukan check-in dengan cepat tanpa harus antri di konter.
Pengelolaan bagasi otomatis juga membantu mempercepat proses dan mengurangi kemungkinan kehilangan barang. Tidak hanya itu, Wi-Fi gratis yang tersedia di seluruh area bandara memberikan kenyamanan tambahan bagi wisatawan yang ingin tetap terhubung selama menunggu penerbangan.
Volume Penumpang yang Tinggi
Salah satu alasan utama mengapa Bandara Ngurah Rai menjadi salah satu bandara tersibuk adalah volume penumpang yang sangat tinggi. Sebelum pandemi COVID-19, bandara ini menangani lebih dari 24 juta penumpang setiap tahun, dengan jumlah penumpang internasional dan domestik yang terus meningkat.
Rute domestik, terutama penerbangan Jakarta – Bali, menjadi kontributor utama terhadap volume penumpang. Sementara itu, rute internasional yang menghubungkan Bali dengan Australia, Jepang, dan negara-negara Eropa juga semakin berkembang, membawa lebih banyak wisatawan internasional yang datang untuk menikmati keindahan Bali.
Faktor musiman juga memengaruhi tingkat kepadatan bandara ini. Selama musim liburan, seperti akhir tahun, liburan sekolah, atau periode festival di Bali, jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai mencapai puncaknya. Selain itu, berbagai acara internasional yang diadakan di Bali, seperti KTT G20, juga turut menambah jumlah pengunjung yang melewati bandara ini.
Upaya Pelestarian Lingkungan
Bandara Ngurah Rai juga dikenal sebagai bandara yang peduli terhadap pelestarian lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, bandara ini telah mengimplementasikan berbagai langkah untuk mendukung keberlanjutan, seperti pengelolaan limbah yang lebih efisien dan penggunaan energi yang ramah lingkungan.
Salah satu contoh inisiatif hijau yang diterapkan adalah penggunaan energi surya untuk sebagian fasilitas di bandara. Hal ini menunjukkan komitmen Bandara Ngurah Rai untuk mendukung keberlanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan Bali.
Kerja Sama dengan Komunitas Lokal
Selain fokus pada keberlanjutan lingkungan, Bandara Ngurah Rai juga menjaga hubungan yang baik dengan komunitas lokal. Salah satu bentuk kerja sama tersebut dapat terlihat dari desain arsitektur bandara yang mengusung elemen tradisional Bali, yang tidak hanya memberikan pengalaman unik bagi wisatawan, tetapi juga mendukung pelestarian budaya lokal.
Melalui kolaborasi ini, bandara berperan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya Bali yang kaya. Dengan lokasi yang strategis, infrastruktur modern yang lengkap, serta komitmen terhadap pelayanan yang prima dan pelestarian lingkungan, Bandara Ngurah Rai telah menjadi salah satu bandara tersibuk dan terpenting di dunia.
Perannya dalam mendukung sektor pariwisata Bali, serta kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, membuat bandara ini tidak hanya sekadar tempat transit, tetapi juga simbol kemajuan dan dinamika pariwisata Indonesia. Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Bali, Bandara Ngurah Rai adalah pintu masuk yang memudahkan perjalanan menuju salah satu destinasi wisata terbaik di dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor: Indah Sulistyorini