kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Halodoc for Business Hadirkan Akses Kesehatan Tanpa Hambatan bagi Talenta Indonesia


Selasa, 28 April 2026 / 17:16 WIB
Halodoc for Business Hadirkan Akses Kesehatan Tanpa Hambatan bagi Talenta Indonesia
Thomas Suhardja dan Puspa Angelia pada Peluncuran Indonesia Health Insights Industry Report Q2 2026

KONTAN.CO.ID - Menjelang Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, Halodoc, sebagai ekosistem layanan kesehatan digital terdepan di Indonesia, merilis laporan kesehatan berbasis data, Indonesia Health Insights Q2 2026, dengan tema “Peran Telekonsultasi dalam Mengurangi Kunjungan Offline Rawat Jalan yang Tidak Diperlukan”. Bersamaan dengan tekanan biaya layanan kesehatan yang terus meningkat, laporan ini menegaskan bahwa kesehatan karyawan atau talenta merupakan aset utama bagi perusahaan, dan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas sehari-hari. Laporan ini juga membuktikan efisiensi dan tunjangan kesehatan karyawan dapat berjalan beriringan dengan pendekatan digital-first melalui layanan telekonsultasi yang menawarkan solusi yang nyaman dan terjangkau bagi perusahaan.

Dengan inflasi medis Indonesia yang diproyeksikan mencapai 15,1% pada 2026 1 (kelima tertinggi di asia pasifik dan melampaui rata-rata global), tekanan terhadap anggaran kesehatan perusahaan semakin nyata. Di saat yang sama, lebih dari 69% populasi Indonesia berada di usia produktif 2 , menjadikan kesehatan karyawan bukan sekadar benefit, melainkan aset strategis yang langsung mempengaruhi produktivitas dan daya saing bisnis. Namun, ketergantungan pada sistem layanan kesehatan offline justru menciptakan inefisiensi ganda: waktu kerja karyawan terbuang karena antrian, sementara klaim outpatient care terus membebani anggaran perusahaan, tanpa menjamin karyawan mendapat penanganan yang tepat waktu dan sasaran.

Dengan inflasi medis Indonesia yang diproyeksikan mencapai 15,1% pada 2026 1 (kelima tertinggi di asia pasifik dan melampaui rata-rata global), tekanan terhadap anggaran kesehatan perusahaan semakin nyata. Di saat yang sama, lebih dari 69% populasi Indonesia berada di usia produktif 2 , menjadikan kesehatan karyawan bukan sekadar benefit, melainkan aset strategis yang langsung mempengaruhi produktivitas dan daya saing bisnis. Namun, ketergantungan pada sistem layanan kesehatan offline justru menciptakan inefisiensi ganda: waktu kerja karyawan terbuang karena antrian, sementara klaim outpatient care terus membebani anggaran perusahaan, tanpa menjamin karyawan mendapat penanganan yang tepat waktu dan sasaran.

Telekonsultasi sebagai Solusi Efisiensi Sistem Kesehatan

Indonesia Health Insights mengungkap bahwa sebagian besar keluhan medis yang bersifat umum dapat ditangani secara digital tanpa tatap muka, sehingga kunjungan fisik hanya menjadi tujuan untuk kondisi yang benar-benar membutuhkan tindakan fisik lanjutan dengan tenaga medis. Hasil dari integrasi layanan telekonsultasi sebagai lini pertama layanan kesehatan, terbukti dapat menyelesaikan hingga 95% kasus kronis (kondisi yang memerlukan pemantauan konsisten jangka panjang) dan 94% kasus akut (datang tiba-tiba dan mendorong pasien untuk segera mengambil keputusan) tanpa kunjungan fisik ke fasilitas kesehatan dalam periode observasi 30, 60, hingga 90 hari.

“Menjaga kesehatan karyawan adalah investasi strategis. Karyawan yang harus menempuh perjalanan dan antrian panjang ke fasilitas kesehatan offline cenderung menunda pengobatan, yang berisiko memperburuk kondisi sekaligus meningkatkan biaya di kemudian hari. Dengan mengintegrasikan ekosistem Halodoc sebagai tunjangan kesehatan karyawan, perusahaan dapat menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, lengkap, dan hassle-free, sekaligus berpotensi menekan biaya kesehatan hingga 15% dalam satu tahun melalui layanan telekonsultasi atau Digital Cashless Outpatient (DCO). Penghematan ini membuka ruang bagi perusahaan untuk mengalokasikan anggaran ke program kesejahteraan atau inisiatif strategis yang lebih berdampak lainnya bagi karyawan”, tambah Thomas.

Ekosistem Terintegrasi Halodoc for Business

Halodoc for Business menghadirkan rangkaian layanan kesehatan terintegrasi dalam satu ekosistem digital dengan visi simplifying healthcare bagi mitra perusahaan dan karyawan sebagai pasien:

  • Digital Cashless Outpatient (DCO): Layanan konsultasi dokter online 24 jam dan pengiriman obat cashless yang tersambung langsung dengan asuransi kesehatan karyawan melalui aplikasi Halodoc.
  • Third Party Administrator (TPA): Sistem pemrosesan klaim berbasis teknologi AI yang mampu menekan biaya operasional hingga 18%, dengan tetap menjaga akurasi tinggi dalam verifikasi dokumen dan validasi klaim.

“Tentunya telekonsultasi tidak menggantikan layanan pemeriksaan secara langsung, tapi jika dibutuhkan untuk melakukan kunjungan fisik, dapat menjadi lebih selektif dan tepat sasaran. Dengan pendekatan digital-first dan integrasi ekosistem layanan kesehatan, Halodoc for Business memposisikan telekonsultasi sebagai strategi perusahaan yang efektif, yang dapat membantu menyelesaikan sebagian besar kebutuhan kesehatan karyawan tanpa harus berujung pada kunjungan fisik yang tidak perlu, serta mendorong efisiensi sistem kesehatan perusahaan secara menyeluruh”, tambah Puspa Angelia, Head of Business Strategy Halodoc.

Unduh Indonesia Health Insights Industry Report Q2 2026 secara gratis di https://health.halodoc.com/research/ dan mulai bangun sistem kesehatan karyawan yang lebih efisien dan berpihak pada kebutuhan talenta Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Reporter: Native Team
Editor: Indah Sulistyorini

TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

×