kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,58   8,13   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Jawab Kebutuhan Merchant, Bank Jago dan Tokopedia Segera Terintegrasi


Senin, 10 Oktober 2022 / 15:16 WIB
Jawab Kebutuhan Merchant, Bank Jago dan Tokopedia Segera Terintegrasi

KONTAN.CO.ID - Digitalisasi memudahkan UMKM untuk memperluas pasar secara online dan meningkatkan omzet, salah satunya melalui marketplace. Meski demikian, selain memiliki keterampilan digital marketing, UMKM juga perlu mengelola keuangan dengan baik agar dapat terus berkembang. Hal yang terakhir itu masih menjadi tantangan bagi kebanyakan UMKM.

Personal Finance Enthusiast Dani Rachmat mengatakan salah satu kesulitan merchant marketplace adalah memisahkan uang pribadi dan uang usaha. “Akhirnya modal usaha menjadi tidak cukup untuk membayar tagihan maupun untuk membeli bahan baku,” ujar Dani dalam Workshop Makin Jago Jualan di Tokopedia, Kamis (6/10/2022).

Agar uang pribadi dan usaha tidak tercampur, Dani menyarankan merchant untuk menentukan sistem pembayaran upah bagi diri sendiri berupa gaji atau dividen.  “Selain itu, yang penting disoroti adalah pencatatan usaha dan kategorisasi pencatatan secara rinci dan detail. Catatan keuangan sangat penting untuk menentukan nilai dan potensi sebuah usaha. Catatan keuangan ini juga bisa digunakan apabila kita mau meminjam uang ke bank,” lanjut Dani.

Workshop Makin Jago Jualan di Tokopedia merupakan kolaborasi Bank Jago x Tokopedia yang didukung oleh Harian Kompas. Acara yang dihadiri sekitar 100 merchant Tokopedia ini merupakan upaya edukasi untuk meningkatkan manajemen keuangan dan marketing bagi para merchant Tokopedia.

Product Manager Senior Lead Tokopedia Hatta Bagus Himawan menjelaskan pihaknya melakukan berbagai program membantu UMKM naik kelas serta memiliki literasi keuangan dan digital. “Pengelolaan keuangan adalah kunci,” terang Hatta.

Terbantu Aplikasi Jago

Di sela-sela acara, sejumlah merchant Tokopedia mengaku sudah menerapkan pengaturan keuangan untuk usahanya. Beberapa merchant sudah terbiasa memisahkan keuangan usaha dan pribadi menggunakan Aplikasi Jago, aplikasi digital Bank Jago.

Salah satu seller bernama Melly Lydea mengungkapkan bahwa ia memahami pentingnya pengelolaan keuangan usaha. “Saya sendiri anak akuntansi jadi sangat ngerti pos-pos untuk uang usaha dan uang pribadi. Bahkan dengan pengaturan ini kita jadi tahu apakah usaha kita profit atau tidak. Aplikasi Jago memudahkan saya untuk mengatur keuangan,” ujarnya.

Seller lain, Julia dari merchant Julilove, bercerita ia terbiasa memisahkan uang secara manual di dalam dompet bersekat, seperti amplop. Julia membedakan amplop untuk membayar cicilan, menabung, tiket konser, dan lain lain.

“Setelah kenal Aplikasi Jago, saya bisa mengatur keuangan secara digital melalui fitur Kantong,” ujarnya.

Tips sukses

Sementara itu pemilik Sakha Coffee, Teuku Andi, mengaku dirinya masih konvensional dalam mengatur keuangan usaha. Bahkan dirinya menggunakan banyak rekening bank sehingga menghabiskan banyak biaya.

“Saya sendiri baru tahu di Bank Jago ada platform-platform untuk mengatur keuangan. Ini tentu akan mempermudah UMKM. Kita sendiri bakal mencoba, sih,” ujar Teuku Andi yang menjadi salah satu bintang dalam workshop karena memberikan kisah inspiratif dalam membangun Sakha Coffee.

Sakha Coffee berhasil menaikkan pendapatan hingga 10 kali lipat berkat berjualan di Tokopedia. “Dulu revenue penjualan offline sekitar Rp30 juta per bulan. Setelah berjualan di Tokopedia sekarang revenue 10 kali lipat dibandingkan jualan offline. Awalnya 100 kilo kopi, kini bisa roasting empat ton kopi per bulan,” ungkapnya.

Menurut Teuku Andi, agar sukses berjualan di marketplace penjual harus punya mindset positif serta mental yang kuat. Selain itu juga harus selalu riset lapangan serta memahami algoritma penjualan di platform online.

Sesuai kebutuhan merchant

Sementara itu Kaka, pemilik Toko Murah Kael, berharap Bank Jago segera terintegrasi dengan Tokopedia agar bisa menarik uang penjualan lebih mudah dan cepat. Karena belum terintegrasi, ia masih menggunakan bank lain untuk menarik hasil penjualan dari Tokopedia.

“Kita juga berharap Bank Jago bisa menawarkan interest rate yang bersaing kepada seller,” ujarnya.

Meskipun satu ekosistem, Aplikasi Jago dan Tokopedia belum terintegrasi hingga saat ini. Hal ini menyebabkan merchant Tokopedia masih menggunakan kedua aplikasi secara terpisah.

Menanggapi permintaan dari merchant Tokopedia, Head of Merchant Business Bank Jago Vincent Soegijanto mengaku bahwa pihaknya dan Tokopedia memang sedang menyiapkan integrasi yang akan dilakukan dalam beberapa tahapan. Menurutnya, integrasi ini akan disesuaikan dengan kebutuhan merchant Tokopedia, terutama dalam keuangan.

“Yang paling penting dalam integrasi ini adalah memberikan produk yang diperlukan oleh merchant,” ujarnya dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis.

Meski belum bisa mengatakan kapan integrasi dengan Tokopedia akan terlaksana, Vincent mengatakan prosesnya akan mirip dengan integrasi Bank Jago dengan Gobiz, aplikasi untuk mitra usaha GoFood. Integrasi Jago dengan Gobiz telah diluncurkan pada 9 Agustus lalu.

Dalam integrasi dengan Gobiz, Bank Jago mengintegrasikan pembukaan rekening dan fitur Kantong/Pocket ke aplikasi GoBiz. Bank Jago juga merilis fitur yang memungkinkan pengguna GoBiz mencairkan dana di hari sama. Tak menutup kemungkinan, Bank Jago akan memberikan pinjaman kepada pengguna GoBiz ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Reporter: Native Team
Editor: Indah Sulistyorini

TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×