kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Memperingati Hari Statistik Nasional: Data Akurat Kunci Kebijakan Tepat


Senin, 28 September 2026 / 16:22 WIB
Memperingati Hari Statistik Nasional: Data Akurat Kunci Kebijakan Tepat
ILUSTRASI. Kontan - Native Online. (Dok. Native/Magnific)

KONTAN.CO.ID - Setiap tanggal 26 September, Indonesia memperingati Hari Statistik Nasional (HSN). Momen ini bukan sekadar selebrasi tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya data dalam menopang pembangunan bangsa. Sejarah panjang perjalanan statistik di Tanah Air membuktikan bagaimana transformasi data telah membentuk arah kebijakan nasional hingga saat ini.

Sejarah Hari Statistik Nasional

Akar sejarah statistik di Indonesia bermula sejak era kolonial. Pada Februari 1920, Pemerintah Hindia Belanda membentuk Direktur Pertanian, Kerajinan, dan Perdagangan (Directeur Van Landbouw Nijverheld en Handel) di Bogor yang bertugas mengolah serta mempublikasikan data statistik. Kegiatan ini kemudian dipindahkan ke Batavia pada September 1924 dan lembaganya berganti nama menjadi Centraal Kantoor Voor de Statistiek (CKS).

Titik balik independensi statistik Indonesia terjadi pada 26 September 1960. Pada tanggal tersebut, Pemerintah Republik Indonesia mengesahkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik sebagai pengganti Statistiek Ordonnantie 1934. UU ini secara rinci mengatur penyelenggaraan statistik nasional sekaligus meletakkan fondasi organisasi Biro Pusat Statistik (BPS).

Sebagai bentuk penghormatan atas momentum bersejarah tersebut, pada Agustus 1996, Presiden Soeharto menetapkan tanggal 26 September sebagai "Hari Statistik Nasional". Tanggal ini dimaknai sebagai titik kemerdekaan statistik Indonesia dari jerat aturan sistem perundang-undangan kolonial. Seiring perkembangan zaman, regulasi tersebut kemudian diperbarui melalui UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik guna memperkuat tata kelola data nasional.

Statistik dalam Kehidupan Sehari-hari

Statistik sering kali dipersepsikan sebagai deretan angka yang rumit dan kaku. Padahal, statistik sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Statistik hadir dalam berbagai lini aktivitas yang kita temui sehari-hari. Jadi, statistik bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan gambaran nyata dari dinamika kehidupan masyarakat.

Mengapa statistik begitu penting? Jawabannya sederhana: karena keputusan yang baik membutuhkan informasi yang tepat. Data statistik berperan vital dalam memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara objektif.  Data statistik dibutuhkan untuk melihat perubahan serta menganalisis kebutuhan publik dari waktu ke waktu.

Data statistik juga dipakai sebagai rujukan utama dalam menentukan prioritas pembangunan daerah maupun nasional serta merancang kebijakan dan program kerja yang lebih tepat sasaran. Tanpa dukungan data yang akurat, sebuah keputusan atau kebijakan publik berisiko kehilangan arah dan tidak menjawab akar permasalahan.

Dari Angka Menjadi Dampak Nyata

Data statistik tidak berhenti sebagai deretan angka dalam tabel atau visualisasi grafik belaka. Data yang diolah dengan baik dapat menjadi acuan utama pembentukan kebijakan yang mampu memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, BPS merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) setiap bulan untuk memantau perkembangan harga barang dan jasa di berbagai kota dan provinsi. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kemudian mengidentifikasi komoditas penyumbang inflasi tertinggi di daerahnya (seperti cabai, telur, atau beras) berdasarkan rilis data BPS, lalu merumuskan kebijakan gerakan pangan murah atau subsidi ongkos angkut komoditas.

Contoh lainnya, BPS melaksanakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dua kali dalam setahun. Data sosial dan ekonomi yang dikumpulkan mencakup aspek pendidikan dan kesehatan, perumahan, serta konsumsi dan pengeluaran. Dari data Sunenas, Kementerian Kesehatan dan Pemda dapat memetakan wilayah dengan ketersediaan sanitasi dan air bersih yang rendah untuk memprioritaskan anggaran pembangunan infrastruktur kesehatan dasar serta program makanan tambahan gizi balita untuk menangani masalah stunting.

Untuk menghasilkan dampak yang positif, data yang digunakan haruslah akurat. Program yang tepat berawal dari data yang tepat. Akurasi statistik tidak muncul secara instan, melainkan melalui keseluruhan proses statistik yang dijalankan sesuai standar ketat.

Setiap tahapan metode pengumpulan data yang sahih dan teruji serta proses pengolahan data yang berkualitas dan transparan membutuhkan dukungan setiap pihak. Petugas lapangan harus profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya. Kolaborasi erat antarlembaga dan pemangku kepentingan turut mendukung kelancaran pengumpulan serta pengolahan data. Tak kalah penting, masyarakat juga perlu berpartisipasi aktif menyediakan data yang dibutuhkan para petugas di lapangan.

Peran Semua Pihak

Penyediaan data statistik yang berkualitas adalah kerja bersama. Pemerintah, lembaga negara, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat luas memiliki peran masing-masing dalam menghasilkan statistik yang terpercaya.

Salah satu bentuk kontribusi paling nyata dari masyarakat adalah memberikan informasi yang jujur dan benar saat menjadi responden dalam berbagai kegiatan survei atau sensus. Setiap informasi yang diberikan dengan benar akan sangat membantu menggambarkan kondisi Indonesia yang sebenarnya. Data yang berkualitas ini nantinya menjadi fondasi utama bagi lahirnya kebijakan yang lebih tepat, efektif, dan berdampak luas.

Dengan kepedulian dan partisipasi aktif, semua elemen masyarakat dapat berkontribusi  menghadirkan data yang lebih berkualitas. Mari menjadi bagian dari pembangunan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Reporter: Theresia Widiningtyas
Editor: Ridwal Prima Gozal

TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×