kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,46   -4,42   -0.49%
  • EMAS953.000 -0,83%
  • RD.SAHAM -0.22%
  • RD.CAMPURAN -0.08%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Permudah Akses Layanan Keuangan, OJK Luncurkan Aplikasi Lokasiku


Kamis, 05 November 2020 / 20:10 WIB
Permudah Akses Layanan Keuangan, OJK Luncurkan Aplikasi Lokasiku
ILUSTRASI. Kontan - OJK Native Online

KONTAN.CO.ID - JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan akses permodalan kredit dalam skema pembiayaan, dan tidak lagi memanfaatkan jasa renternir. Kredit Pembiayaan Melawan Renternir (KPMR) diharapkan bisa meningkatkan akses permodalan yang terjangkau untuk mengembangkan usahanya.

"Khususnya bagi pelaku usaha ultra mikro, agar mereka tidak hanya bertahan hidup di tengah pandemi ini, tetapi juga membangkitkan usahanya," kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara, Kamis (05/11/2020).

Dia menargetkan pada 2021 jumlah debitur program ini bertambah minimal 10% dari jumlah debitur sekarang, yakni 55 ribu debitur. Tirta mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB), meluncurkan aplikasi Lokasiku atau titik akses lokasi jasa keuangan.

Lokasiku merupakan aplikasi online berbasis teknologi geospasial yang berfungsi sebagai penyedia informasi layanan akses keuangan terlengkap di Indonesia. Dia mengharapkan aplikasi ini dapat memberikan informasi lengkap pada masyarakat terkait askes penyedia jasa keuangan terdekat dari pengguna aplikasi. Dengan begitu masyarakat bisa semakin mudah mencari pendanaan yang legal dan diawasi OJK.

"Aplikasi ini akan memudahkan masyarakat menemukan produk dan layanan keuangan yang dibutuhkan kapan saja dan di mana saja," jelasnya.

Selain itu, bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan (BIK), OJK juga menargetkan 70% pelajar Indonesia dapat memiliki rekening pada 2021.

Tirta mengakui jumlah ini cukup ambisisus, karena saat ini baru ada 46% pelajar yang memiliki rekening bank, yang menjadi bagian dari program satu rekening satu pelajar (Kejar) OJK.

"Ditanamkan budaya menabung sejak dini, OJK dengan Kemendikbud dan Kemenag berkolaborasi dalam program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar),kami akan mendorong akselerasi program kejar digitalisasi tabungan pelajar agar mudah dan optimal," katanya.

Berbagai upaya ini dilakukan untuk mencapai target inklusi keuangan 90% pada 2024. Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Kristianti Puji Rahayu mengatakan sepanjang Oktober 2020 ada  789 ribu rekening tabungan dibuka dengan nominal Rp 35,51 triliun.

Khusus untuk tabungan pelajar, setidaknya sebanyak 825,27 ribu rekening dibuka dengan nominal sebesar Rp300,67 miliar. Angka ini, melebihi target OJK yaitu 500 ribu rekening. Untuk pelaku UMKM, telah dikucurkan pembiayaan atau kredit usaha kepada 419.101 debitur dengan total penyaluran Rp 19,21 triliun.

Sementara untuk sektor perasuransian, OJK menyebut ada 44,75 ribu polis asuransi baru yang tercatat. Sedangkan, di pasar modal terdapat 41,14 ribu rekening baru yang teregistrasi.

"Di industri pembiayaan ada 92,67 ribu debitur, pegadaian 10,66 ribu rekening baru dan fintech sekitar 82 ribu akun," katanya.

Deputi Direktur Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia, Said Zaidansyah mengapresiasi langkah OJK yang meluncurkan aplikasi Lokasiku.

"Aplikasi ini penting agar masyarakat mudah mengetahui apa saja penyedia jasa layanan yang berada di dekat mereka dan menemukan layanan yang paling bermanfaat," jelas Said dalam penutupan bulan Inklusi keuangan (BIK) secara virtual.


Reporter: Native Team
Editor: Ridwal Prima Gozal
Tag

TERBARU
Managing Procurement Economies of Scale Batch 5 MENAGIH UTANG ITU MUDAH

×