kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Telemedicine, AI & Pendampingan RS: Solusi Sehat Karyawan dari Halodoc for Business


Jumat, 17 Juli 2026 / 21:26 WIB
Telemedicine, AI & Pendampingan RS: Solusi Sehat Karyawan dari Halodoc for Business
dr. Irwan Heriyanto, Ruth Novalinda, Fibriyani Elastria, dan Saswat Satadal dalam Peluncuran Indonesia Employee Health and Benefit Report 2026 dan HaloAssist 16 Juli 2026

KONTAN.CO.ID - Halodoc for Business merilis Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026, laporan berbasis data mengenai lanskap perilaku dan biaya kesehatan tenaga kerja Indonesia pada tahun 2026. Laporan ini bersumber dari lebih dari 1 juta transaksi layanan kesehatan dan lebih dari 3.000 diagnosis ICD-10 yang tercatat dalam ekosistem Halodoc for Business sepanjang kuartal pertama 2026, mencakup lebih dari 30 sektor industri. Temuan di laporan ini menyajikan gambaran nyata tentang bagaimana karyawan Indonesia mengelola kesehatan mereka dan mengapa pendekatan benefit yang bersifat umum tidak lagi menjadi solusi.

Di tengah tekanan inflasi medis yang diproyeksikan mencapai 15,1% di Indonesia pada 2026, peringkat kelima di Asia Pasifik, di atas rata-rata global 14%, perusahaan-perusahaan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin nyata: bagaimana menjaga produktivitas tenaga kerja tanpa membiarkan biaya kesehatan tidak terkendali.

Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, menegaskan bahwa jawaban atas tantangan ini tidak dimulai dari pemangkasan anggaran, melainkan dari pemahaman yang lebih dalam. "Aset paling berharga sebuah perusahaan adalah sumber daya manusianya. Dan saat ini, banyak perusahaan Indonesia masih mengelola kesehatan karyawan secara reaktif, tanpa data yang memadai untuk memahami di mana risiko sesungguhnya berada. Indonesia Health Benefit Insights Report 2026 hadir untuk mengubah itu. Laporan ini bukan hanya tentang angka kesehatan, ini adalah cermin untuk melihat profil kesehatan tenaga kerjanya secara nyata, dan dasar untuk merancang strategi yang benar-benar tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan."

Laporan ini juga menegaskan bahwa hambatan terbesar terhadap kesehatan karyawan di Indonesia bukan soal kesadaran, melainkan soal akses. Terlalu banyak pekerja yang menunda pengobatan bukan karena tidak mau, tetapi karena sistem yang ada membuat prosesnya lebih sulit dari seharusnya — dan penundaan itulah yang pada akhirnya mengubah keluhan ringan menjadi kondisi yang jauh lebih mahal untuk ditangani di kemudian hari.

 

dr. Irwan Heriyanto, MARS - Chief of Medical Halodoc, memaparkan temuan dan data kesehatan yang menjadi dasar dari laporan ini, "Data dari lebih dari 1 juta transaksi kesehatan karyawan yang tercatat oleh ekosistem kami menemukan bahwa profil penyakit tenaga kerja Indonesia berubah secara konsisten seiring usia, dari infeksi saluran pernapasan akut pada kelompok muda, gangguan muskuloskeletal akibat aktivitas kerja pada usia produktif 30–49 tahun, hingga penyakit kardiovaskular dan kanker yang mendominasi biaya pada kelompok usia 50 tahun ke atas. Perbedaan gender pun tidak kalah signifikan: 81% pasien kardiovaskular adalah laki-laki, sementara 72% pasien kanker adalah perempuan, dua prioritas skrining yang sepenuhnya berbeda. Bahkan dari sisi jenis layanan kesehatan, ISPA menjadi diagnosis teratas rawat jalan dan infeksi pencernaan menjadi diagnosis teratas rawat inap, keduanya adalah kondisi yang sebagian besar dapat dicegah melalui intervensi sederhana. Data ini bukan sekadar catatan administrasi Halodoc, ini adalah sinyal klinis yang seharusnya menjadi dasar setiap keputusan benefit kesehatan tenaga kerja di Indonesia."

Terlebih lagi, laporan ini juga mengungkap efisiensi signifikan dari layanan telemedicine atau Digital Cashless Outpatient (DCO) Halodoc.

·      Telemedicine menangani 24% dari seluruh kasus hanya dengan 8% dari total biaya kesehatan, dengan tingkat penyelesaian kasus di atas 95% tanpa kunjungan fisik lanjutan dalam 30 hari.

·      Pada pasien kronis, penggunaan DCO menghasilkan penghematan biaya hingga 66,4% dalam 90 hari dibandingkan pasien yang tidak menggunakan layanan digital.

“Telemedicine bukan sekadar alternatif yang lebih murah. Jika dioptimalkan, hal ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memastikan karyawan mendapat penanganan yang lebih cepat, relevan dengan kebutuhan, dan kembali produktif lebih cepat. Sampai hari ini, layanan DCO Halodoc for Business sudah menjangkau lebih dari satu setengah juta pengguna di lebih dari 3.000 mitra korporat, didukung lebih dari 30 mitra asuransi”, tambah Fibriyani.

Satu Ekosistem, Satu Perjalanan Kesehatan yang Utuh

Ketika karyawan membutuhkan layanan kesehatan, telemedicine atau Digital Cashless Outpatient (DCO) memberikan akses digital yang cepat tapi tetap kredibel, dengan konsultasi dokter 24 jam, pengiriman obat, dan integrasi cashless dengan asuransi atau benefit perusahaan. Ketika klaim dan administrasi benefit menjadi kebutuhan, layanan Third Party Administrator (TPA) Halodoc beroperasi dengan SLA terbaik dipasarnya, memastikan prosesnya berjalan seamless, akurat, cepat dan tanpa hambatan.

Saswat Satadal, VP of Insurance di Halodoc, menjelaskan ekosistem kesehatan dari Halodoc for Business, "Di balik seluruh layanan ini, ada inovasi teknologi AI terbaru kami, yang disebut sebagai HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) untuk TPA. AI tidak hanya digunakan pada satu titik, tetapi bisa mendukung seluruh perjalanan pasien, termasuk ketika kunjungan fisik. Saat pasien datang, AI membantu memverifikasi kelayakan kepesertaan dan dokumen secara otomatis sehingga proses menjadi lebih cepat. Selama pasien menjalani perawatan, AI memonitor tagihan setiap hari dan membantu mengidentifikasi biaya yang tidak wajar. Hingga saat pasien pulang, AI membantu mempercepat penyelesaian administrasi dan proses tagihan akhir. Dengan sistem yang terhubung dari awal hingga akhir, mitra rumah sakit dan Halodoc tidak lagi bergantung pada koordinasi manual melalui email atau telepon. HILDA untuk TPA membaca dan meng-itemisasi setiap tagihan medis baris per baris, memvalidasi klaim dengan akurasi tinggi, dan membantu perusahaan menekan biaya pengelolaan klaim hingga 18%."

Adapun ketika kunjungan fisik ke fasilitas kesehatan offline seperti rumah sakit memang tidak bisa dihindari, Halodoc for Business menghadirkan HaloAssist sebagai pendamping yang nyata, dari pintu masuk hingga kepulangan. Layanan ini dirancang untuk menjawab realitas yang terjadi: tidak semua kondisi medis bisa diselesaikan secara digital, dan ketika karyawan harus benar-benar ke fasilitas kesehatan offline seperti rumah sakit, pengalaman itu seharusnya tidak menjadi beban tambahan.

"Selama ini, ekosistem layanan kesehatan digital sudah kami bangun dan melayani jutaan pasien dengan baik, mulai dari konsultasi online, pengiriman obat, klaim cashless. Tapi kami memahami bahwa ketika karyawan harus datang ke rumah sakit, mereka harus melalui berbagai proses seperti antre panjang, proses administrasi berlapis, dan tidak ada pendampingan yang memudahkan pengalaman berobat mereka. HaloAssist hadir untuk menutup celah itu, sehingga kini pasien bisa melakukan booking H-1 sebelum kunjungan. Dan ketika sudah tiba di rumah sakit, sudah ada Teman Halodoc yang menyambut, mengurus seluruh administrasi pendaftaran, mendampingi selama proses pemeriksaan, hingga memastikan obat dikirim langsung ke rumah setelah kepulangan. Sehingga mereka dapat kembali sehat dan produktif, siap untuk bekerja lagi tanpa harus membuang waktu dan tenaga. Di tahap awal pengembangan, HaloAssist saat ini tersedia di 16 mitra rumah sakit Halodoc yang tersebar di Jabodetabek, Karawang dan Surabaya”, tambah Saswat.

Halodoc for Business saat ini melayani lebih dari 1.5 juta peserta aktif, bermitra dengan 30 lebih perusahaan asuransi, 3.000 lebih mitra korporat, dan didukung jaringan 4.700 lebih penyedia layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Untuk informasi dan menghubungi Teman Halodoc lebih lanjut, kunjungi laman Haloassist. Untuk informasi lebih lanjut mengenai laporan Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026, kunjungi Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Reporter: Native Team
Editor: Indah Sulistyorini

TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×