kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,77   -1,58   -0.17%
  • EMAS957.000 0,53%
  • RD.SAHAM 1.14%
  • RD.CAMPURAN 0.23%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Tips dan Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat AirAsia


Jumat, 18 Oktober 2019 / 14:24 WIB
Tips dan Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat AirAsia
ILUSTRASI. membawa bayi naik pesawat (Foto: Romrodphoto/Shutterstock)

KONTAN.CO.ID - Saat ini, tampaknya travelling bersama bayi dalam perjalanan jauh sudah jadi hal biasa. Membawa bayi bepergian dengan pesawat terbang sudah tak terhindarkan lagi. Para orang tua muda—mayoritas generasi milenial yang kini telah memiliki anak dengan mobilitas tinggi—dituntut untuk mampu dan siap membawa bayi dan anak mereka bepergian, termasuk dengan pesawat. Baik baik untuk berlibur, pulang kampung, atau mungkin perjalanan bisnis.

Banyak orang tua muda ini memilih maskapai AirAsia untuk berbagai alasan. Kebanyakan karena harga tiket AirAsia yang sangat terjangkau, rekor tepat waktu yang luar biasa (bahkan seorang mama mengaku belum pernah mengalami delay naik AirAsia, baik saat masih single ataupun saat sudah memiliki bayi), dan kualitas layanan AirAsia yang amat memadai.

Banyak penumpang yang memberikan review untuk AirAsia memuji kenyamanan di kabin pesawat. Meskipun penerbangan penuh, kursi di dalam pesawat cukup nyaman, dengan ruang kaki (leg room) yang hampir sama besarnya dengan ruang kaki di pesawat maskapai layanan menengah atau layanan penuh (full service). Hal ini tentu penting bagi penumpang yang membawa bayi dan harus memangku mereka sepanjang perjalanan.

Selain itu, di setiap penerbangan AirAsia, penumpang dapat memilih hot seat yang memiliki ruang kaki jauh lebih luas dibandingkan kursi standar. Calon penumpang bisa memilih hot seat sebelum melakukan web check-in di website atau aplikasi AirAsia, dengan harga lebih murah dibandingkan beli on-flight.

Harga hot seat AirAsia pada saat penerbangan sekitar 80.000 hingga 100.000 rupiah, namun jika membeli di website atau aplikasi harganya bisa setengahnya. Hot seat adalah pilihan yang baik jika kita membawa anak atau bayi.

Kapan Kita Bisa Membawa Bayi Naik Pesawat?

Memilih maskapai AirAsia ketika bepergian dengan bayi mungkin pilihan tepat, tapi sebelumnya mungkin kita bertanya-tanya, pada usia berapa bayi bisa ikut orang tua naik pesawat dengan aman?

Tidak ada rekomendasi resmi yang menyatakan berapa usia bayi harus naik penerbangan pertama mereka. Tetapi ketika terbang dengan bayi yang baru lahir, perlu diingat bahwa sistem kekebalan bayi tidak sekuat orang dewasa. Sebagian besar pesawat menggunakan udara resirkulasi, yang berarti bahwa kuman, virus, dan bakteri dapat tersebar, dan bayi lebih mungkin untuk terinfeksi.

Beberapa maskapai tertentu mengharuskan bayi berusia minimal tujuh minggu untuk terbang, sementara yang lain mengizinkan bayi yang baru lahir di bawah tujuh minggu terbang selama orang tua memiliki surat pernyataan sehat dari dokter. Beberapa maskapai tidak memiliki persyaratan usia minimum untuk bayi sama sekali.

Namun dokter menyarankan para orang tua untuk menunggu sampai sistem kekebalan bayi mereka lebih berkembang sebelum terbang. Biasanya setidaknya di rentang usia satu bulan, meskipun sebagian besar dokter merekomendasikan bayi naik pesawat di atas usia tiga bulan.

Pilihan terbaik adalah, berkonsultasilah dengan dokter anak dan maskapai penerbangan sebelum memesan tiket pesawat untuk bayi.

Peraturan untuk Bayi Naik Pesawat AirAsia

AirAsia termasuk maskapai yang tidak mematok usia bayi yang akan ikut penerbangan. Bayi berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) dikenakan tarif bayi saat kita membeli tiket pesawat. Harga tiket pesawat untuk bayi di Air Asia adalah 150.000 rupiah.

Bayi yang ikut penerbangan Air Asia harus didampingi dan dipangku oleh orang dewasa, dan satu orang dewasa hanya bisa membawa satu bayi. Artinya, untuk satu tiket dewasa, hanya boleh membeli satu tiket pesawat untuk bayi.

Untuk penggunaan stroller alias kereta dorong (atau kereta bayi), Air Asia mengizinkan stroller berukuran besar digunakan hingga boarding gate. Setelah itu, stroller harus dilipat sebelum dimasukkan dalam pesawat. Tergantung bandara tujuan kita, stroller bisa diambil di bawah tangga, di luar pintu pesawat atau di area pengambilan bagasi. Untuk lebih jelasnya, tanyalah perihal pengambilan stroller ini kepada petugas boarding Air Asia ketika akan boarding.

Stroller Pockit atau kereta bayi lipat (cabin size) boleh dibawa dalam bagasi kabin selama ukurannya tidak melebihi kebijakan bagasi kabin AirAsia, yakni 56cm (tinggi) X 36cm (lebar) X 23cm (panjang).

Di pesawat AirAsia, penumpang bayi juga tidak mendapat jatah bagasi sendiri dan harus terbang bersama dengan satu orang dewasa yang membeli tiket.

7 Tips Naik Pesawat Aman dan Nyaman Bersama Bayi

Berikut ini beberapa tips terbang aman dan nyaman bersama bayi di pesawat, menurut rekomendasi orang tua yang telah berpengalaman.

1) Beli Tempat Duduk Khusus

Jika bisa, beli tempat duduk di pesawat untuk bayi kita (maskapai mungkin memiliki diskon untuk anak-anak; AirAsia menetapkan harga tiket bayi 150.000 rupiah tanpa tempat duduk). Jika memungkinkan, belilah seat khusus bayi yang memungkinkan mama dan papa membawa kursi khusus bayi.

Jika tidak memungkinkan, belilah kursi yang lebih lapang ruang kakinya. Dalam kasus AirAsia, mama dan papa bisa memilih beli hot seat supaya nyaman memangku bayi sepanjang penerbangan. Jika anak sudah berusia lebih dari dua tahun, dia bisa membeli tiket anak (harga tiketnya sama dengan tiket dewasa) dan memiliki tempat duduk sendiri sehingga lebih nyaman dan leluasa.

2) Bawa Perlengkapan Bayi Sesedikit Mungkin

Periksa daftar perlengkapan bayi yang akan dibawa. Semakin ringan barang bawaan, semakin mudah hidup kita. Tidak ada yang lebih melelahkan daripada mengangkut banyak hal yang sebenarnya tidak diperlukan, belum lagi membongkar dan mengemasnya kembali. Terutama jika kita akan melakukan hal-hal seperti naik transportasi umum, atau banyak jalan kaki.

Pikirkan dengan pasti tentang kebutuhan mobilitas kita dan kemaslah sesuai dengan kebutuhan tersebut. Sebenarnya bayi benar-benar tidak membutuhkan sebanyak yang kita kira. Mereka membutuhkan popok, cinta, makanan, susu, dan tempat yang aman untuk tidur. Kereta bayi dan gendongan yang nyaman bisa jadi tambahan yang bagus.

Jangan berlebihan juga bawa stok diapers atau susu formula. Bawa secukupnya saja, dan jika kehabisan, toh kita bisa membelinya nanti di kota tujuan.

3) Pilih Tempat Duduk di Dekat Jendela di Pesawat

Jika mama atau papa biasanya lebih suka aisle seat, ketika terbang dengan bayi di pangkuan, sebisa mungkin pilih kursi di dekat jendela. Berada di kursi dekat jendela mencegah lengan dan kaki bayi yang menggeliat merentang ke gang, di mana pramugari dan penumpang lainnya terus-menerus berjalan bolak-balik (seringkali dengan mendorong troli makanan).

4) Pertimbangkan Bassinet Bayi di Pesawat AirAsia

Jika terbang dengan maskapai AirAsia, untuk penerbangan AirAsia X, pihak maskapai merekomendasikan kita untuk memilih kursi dengan fitur Pick-A-Seat yang menyediakan baby bassinet (keranjang bayi) agar si kecil bisa nyaman tidur (atau sekedar dibaringkan) dalam pesawat. Hal ini tentu sangat menunjang kemudahan saat bepergian dengan naik pesawat dengan bayi. Posisi baby bassinet di pesawat AirAsia bisa diketahui pada saat melakukan pemilihan kursi.

5) Susui atau Beri Minum Bayi Selama Take-off dan Landing

Perubahan tekanan kabin dapat mengganggu telinga kecil bayi, jadi yang terbaik adalah menyusui atau memberi susu botol pada bayi selama take-off dan landing. Ini memaksa mereka untuk menelan dan membantu menjaga telinga tetap terbuka—yang mencegah telinga berdengung, sakit atau bahkan cedera. Ingatlah untuk menawarkan bayi minum sejak awal proses take-off atau landing. Perubahan tekanan paling terasa pada proses landing, setelah pesawat mulai turun, selama setengah jam atau lebih sebelum mendarat.

6) Bawa Makanan dan Snack

Ingatlah untuk mengepak beberapa makanan ringan (atau makanan lengkap, tergantung pada kapan dan berapa lama kita akan terbang) dan banyak minuman—naik pesawat bisa membuat bayi mengalami dehidrasi. Kita diperbolehkan membawa botol kecil makanan bayi dan susu formula (jika kita memberi susu botol pada bayi). Selain itu, menelan dapat meredakan tekanan yang terasa pada telinga bayi atau anak.

7) Bawa Mainan dan Hiburan untuk Bayi

Agar anak tidak mencoba memanjat kursi dan mengintip ke kursi belakang (seperti yang seringkali anak coba lakukan), bawalah buku dan mainan untuk membuatnya tetap sibuk. Namun jangan bawa mainan yang mengeluarkan suara, karena bisa mengganggu kenyamanan penumpang lain. Untuk anak yang lebih besar, kita bisa memberinya earphone atau earmuff untuk melindungi telinga mereka dari tekanan.

8) Bawa Gendongan dan Sering-sering Gendong Bayi

Seringkali menggendong lebih mudah meggendong bayi daripada memasukkannya dalam kereta dorong. Dengan gendongan yang tepat, bayi dapat bergerak dengan muda. Kita pun bisa leluasa menaiki tangga, jalan kaki di gang-gang sempit, atau masuk ke minimarket. Ditambah lagi, bayi senang berada di dekat kita. Bayi juga bisa tidur nyenyak kok di gendongannya. Apalagi pada saat boarding ke pesawat, bayi yang dibawa dengan gendongan akan lebih memudahkan pergerakan kita.

9) Pelajari Apa yang Perlu Dilakukan Saat Kondisi Darurat di Kabin

Perhatikan instruksi dari awak kabin ketika mereka menerangkan apa saja yang perlu dilakukan saat kondisi darurat. Misalnya, jika masker oksigen keluar, pastikan orang tua memakai masker oksigen untuk dirinya sendiri dahulu, baru memakaikan masker oksigen anak. Hal ini dilakukan untuk mencegah kita kekurangan oksigen, sehingga nantinya tidak mampu bertindak untuk menyelamatkan diri dan anak kita.

Perhatikan juga letak baju pelampung alias life jacket, dan pastikan awak kabin memberi kita life jacket khusus untuk anak sebelum take-off. Pelajari bagaimana cara memakainya dari awak kabin atau lihat buku panduan yang tersedia di kursi masing-masing.

Nah itu dia beberapa tips naik pesawat yang aman dan nyaman bersama bayi. Semoga bisa membantu mama dan papa yang berencana melakukan perjalanan dengan anak dan bayi ya.

Review dan Pengalaman Naik AirAsia Membawa Bayi

Penulis sendiri sudah beberapa kali naik pesawat AirAsia membawa anak, mulai sejak anak berusia 3,5 bulan (infant), hingga anak sudah usia batita, dan balita (toddler). Ketika masih bayi kecil, memang kita akan lebih mudah mengajaknya naik pesawat. Untuk bayi di bawah enam bulan, yang perlu disiapkan hanya keperluan ganti popok si kecil, baju ganti, selimut, dan susu formula jika menggunakan. Ingat juga untuk menyusui atau memberi minum bayi selama proses take-off dan landing.

Membawa bayi naik pesawat AirAsia juga cukup nyaman. Walaupun seat-nya tidak besar, seperti LCC pada umumnya, namun masih tetap pas ketika kita duduk dengan bayi di pelukan. Sebenarnya, jarak antar kursi di pesawat Air Asia masih lebih lebar lho dibandingkan di pesawat LCC lainnya.

Ketika anak sudah mulai besar, saat usianya memasuki dua tahun, anak sudah dikenai harga tiket pesawat dewasa oleh AirAsia. Hal positif dari ini adalah, anak sudah mendapatkan jatah kursinya sendiri, dan jatah bagasinya sendiri. Dengan adanya kursi anak sendiri, kita jadi lebih leluasa selama penerbangan. Jika anak cenderung tak bisa diam, buat dia sibuk dengan aktivitas mewarnai, main puzzle atau baca buku yang dia suka.

Enaknya di AirAsia, walaupun terbang membawa bayi, kita bisa melakukan web check-in seperti biasa. Tidak seperti Garuda Indonesia yang jika terbang membawa bayi hanya bisa city check in dan counter check in) atau Sriwijaya Air. Dengan web check-in lebih awal, kita jadi bisa lebih prepare sebelum bepergian bersama anak dan hati pun lebih tenang.

Keuntungan lainnya, web check-in AirAsia juga dibuka lebih awal daripada maskapai lainnya, yakni 14 hari sebelum terbang (hingga 1 jam jadwal keberangkatan). Dengan demikian, kita bisa check-in sekaligus untuk keberangkatan dan kepulangan. Jaga-jaga jika di daerah tujuan nanti akses internet sulit (dan tidak memungkinkan untuk web check-in); apalagi jika kita pergi ke daerah atau ke luar negeri yang serba tak terprediksi.

Enaknya lagi, jika bayi kita pup, muntah atau popoknya penuh, kita bisa menggantinya di toilet. Di penerbangan AirAsia, meja ganti popok bayi tersedia di semua toilet di dalam kabin pesawat.

Nah itu dia berbagai tips dan pengalaman membawa bayi naik pesawat AirAsia. Semoga tulisan ini bermanfaat buat mama dan papa yang berencana untuk travelling bersama bayi ya!


Reporter: Native Team
Editor: Ridwal Prima Gozal
Tag

Terpopuler
Corporate Valuation Model Investment Appraisal Model & Presentation

×