KONTAN.CO.ID - Jakarta, 30 Agustus 2025 Tokio Marine Life mempertegas komitmennya dalam mendukung masyarakat dan keberlanjutan dengan berpartisipasi aktif pada peresmian Rumah Center for Rural Community Development and Social Entrepreneurship (Cercondeso), pusat pemberdayaan masyarakat yang berlokasi di Desa Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada tanggal 25 Agustus 2025 lalu.
Rumah Cercondeso dibangun atas inisiatif Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta bersama relawan mahasiswa dari Canada UK dan Indonesia (CA.UK.IN) Studio serta masyarakat Desa Cidokom. Dalam kolaborasi ini, Tokio Marine Life menjadi mitra utama yang memberikan kontribusi nyata, baik melalui dukungan pembangunan fisik yang berwawasan lingkungan maupun penyediaan solar panel berkapasitas 3,5 kWh.
Solar panel ini tidak hanya menjadi yang pertama terpasang di Desa Cidokom, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang, yaitu mampu mengurangi setidaknya 4000kg CO₂ per tahun, setara dengan menanam lebih dari 200 pohon atau mengimbangi emisi mobil sejauh mendekati 35ribu km. Keberadaan solar panel memastikan Rumah Cercondeso dapat beroperasi dengan energi bersih sekaligus menjadi contoh nyata penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Dukungan terhadap Rumah Cercondeso sejalan dengan komitmen Tokio Marine Life untuk menghadirkan perlindungan tidak hanya bagi nasabah, tetapi juga bagi masyarakat luas. Inisiatif solar panel mencerminkan komitmen kami pada pilar lingkungan hidup dan keberlanjutan, sementara kehadiran Rumah Cercondeso menjadi wujud nyata nilai To Be a Good Company yang kami junjung tinggi," Alexander Mahendrawan menjelaskan, SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life.
Proyek ini mencerminkan semangat diversity & inclusion, melibatkan akademisi, mahasiswa internasional, masyarakat lokal, hingga perusahaan swasta. Rumah Cercondeso dibangun bersama, dari masyarakat dan untuk masyarakat, dengan dukungan multi-pihak yang setara. Peran Tokio Marine Life menjadi modal penting untuk menyelesaikan pembangunan yang sebelumnya direncanakan dan difasilitasi oleh mitra-mitra akademik.
Prof. Dr. Amelia Fauziah, MA, Ph.D., Direktur Social Trust Fund (STF) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah (Syahid) Jakarta sekaligus penggagas Rumah Cercondeso, menyampaikan apresiasinya, "Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung berdirinya Rumah Cercondeso, termasuk lebih dari 100 donatur individu serta empat perusahaan besar, di antaranya Tokio Marine Life. Kontribusi Tokio Marine sangat signifikan sehingga rumah pemberdayaan ini dapat terwujud dan dimanfaatkan secara maksimal. Kehadiran rumah ini membuat berbagai pelatihan, kegiatan mahasiswa, maupun program pemberdayaan masyarakat bisa berjalan lebih efektif, karena tersedia ruang belajar, akomodasi, dan fasilitas yang mendukung. Dukungan ini tidak hanya memberi manfaat bagi warga Desa Cidokom, tetapi juga membuka peluang lebih luas untuk masyarakat nasional maupun internasional. Ini adalah contoh nyata kolaborasi lintas pihak yang inklusif, berkelanjutan, dan memberi dampak jangka panjang."
Sementara itu, perwakilan dari CA.UK.IN Studio, Dima Albayati (warga negara Inggris) sebagai project leader dari tim relawan internasional yang merancang dan membangun Rumah Cercondeso juga menyampaikan, "Kami sangat gembira dapat bekerja bersama masyarakat Desa Cidokom dan Social Trust Fund. Selama beberapa bulan terakhir, kami melihat bagaimana arsitektur dan pembangunan dapat memberi dampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Kami percaya bahwa setiap orang berhak memiliki kesempatan dan sarana untuk membentuk ruang hidup mereka sendiri. Melalui proyek ini, kami ingin menunjukkan bahwa desain yang tepat tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga harus mengurangi dampak lingkungan. Kolaborasi lintas negara dan lintas sektor ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, dan kami berharap Rumah Cercondeso akan terus memberi manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang."
Tokio Marine Life menilai inisiatif ini selaras dengan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tidak hanya menyediakan wadah, namun juga membekali masyarakat dengan pengetahuan finansial dan keterampilan kewirausahaan.
Sebagai bagian dari peresmian, Tokio Marine Life juga menghadirkan sesi literasi keuangan yang disampaikan oleh Novi Andrianto, VP Agency Training & Manpower Development Tokio Marine Life. Sesi ini membekali masyarakat dengan pemahaman tentang pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan jiwa. Selain itu, juga ada materi tentang pengembangan UMKM, menghadirkan kesinambungan antara penyediaan sarana, pengetahuan finansial, hingga implementasi nyata melalui wirausaha lokal.
Keterlibatan Tokio Marine Life dalam proyek ini mempertegas langkah perusahaan untuk mendukung ESG dan keberlanjutan di Indonesia. Dengan pengalaman global lebih dari 140 tahun melalui Tokio Marine Group, perusahaan akan terus menghadirkan kontribusi yang memberi dampak positif bagi masyarakat, baik dalam bidang lingkungan, inklusivitas sosial, maupun literasi keuangan.
"Kami percaya bahwa perlindungan bukan hanya tentang proteksi jiwa dan kesehatan melalui asuransi, melainkan juga bagaimana kami dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih inklusif, berdaya, dan berkelanjutan untuk melindungi dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik," tutup Alexander Mahendrawan.
Selanjutnya: OJK dan Kemenhut Perkuat Kerja Sama Antara Sektor Jasa Keuangan dan Kehutanan
Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Sabtu (30/8/2025) Kompak Naik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor: Ridwal Prima Gozal